Belajar Mencintai - RUMAH QURAN Network

05 September 2007

Belajar Mencintai

Leo F. Buscaglia, begitu namanya. Seorang professor pendidikan di University of Southren California, di Amerika. Ia seorang dengan seabreg kegiatan sosial dan ceramah-ceramah tentang pendidikan. Satu tema yang terus menerus dibawanya dalam banyak ceramah, adalah tentang cinta.


"Manusia tidak jatuh 'ke dalam' cinta, dan tidak juga keluar 'dari cinta'. Tapi manusia tumbuh dan besar dalam, cinta," begitu katanya dalam sebuah ceramah.


Cinta, di banyak waktu dan peristiwa orang selalu berbeda mengartikannya. Tak ada yang salah, tapi tak ada juga yang benar sempurna penafsirannya. Karena cinta selalu berkembang, ia seperti udara yang mengisi ruang kosong.


Cinta juga seperti air yang mengalir ke dataran yang lebih rendah. Tapi ada satu yang bisa kita sepakati bersama tentang cinta.


Bahwa cinta, akan membawa sesuatu menjadi lebih baik, membawa kita untuk berbuat lebih sempurna. Mengajarkan pada kita betapa, besar kekuatan yang dihasilkannya.


Cinta membuat dunia yang penat dan bising ini terasa indah, paling tidak bisa kita nikmati dengan cinta. Cinta mengajarkan pada kita, bagaimana caranya harus berlaku jujur dan berkorban, berjuang dan menerima, memberi dan mempertahankan.


Bandung Bondowoso tak tanggung-tanggung membangunkan seluruh jin dari tidurnya dan menegakkan seribu candi untuk Lorojonggrang seorang. Sakuriang tak kalah dahsyatnya, diukirnya tanah menjadi sebuah telaga dengan perahu yang megah dalam semalam demi Dayang Sumbi terkasih yang ternyata ibu sendiri. Tajmahal yang indah di India, di setiap jengkal marmer bangunannya terpahat nama kekasih buah hati sang raja juga terbangun karena cinta. Bisa jadi, semua kisah besar dunia, berawal dari cinta.


Cinta adalah kaki-kaki yang melangkah membangun samudera kebaikan. Cinta adalah tangan-tangan yang merajut hamparan permadani kasih sayang.


Cinta adalah hati yang selalu berharap dan mewujudkan dunia dan kehidupan yang lebih baik.


Dan Islam tidak saja mengagungkan cinta tapi memberikan contoh kongkrit dalam kehidupan. Lewat kehidupan manusia mulia, Rasulullah tercinta. Ada sebuah kisah tentang totalitas cinta yang dicontohkan Allah lewat kehidupan Rasul-Nya.


Pagi itu, meski langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbata memberikan petuah, "Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya.


Kuwariskan dua hal pada kalian, sunnah dan Al Qur'an. Barang siapa mencintai sunnahku, berati mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan bersama-sama masuk surga bersama aku." Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang teduh menatap sahabatnya satu persatu.


Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar dadanya naik turun menahan napas dan tangisnya. Ustman menghela napas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. "Rasulullah akan meninggalkan kita semua," desah hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir usai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan sigap menangkap Rasulullah yang limbung saat turun dari mimbar. Saat itu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu, kalau bisa.


Matahari kian tinggi, tapi pintu Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membukan mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah aku ayah, sepertinya ia baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap putrinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Satu-satu bagian wajahnya seolah hendak di kenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malakul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tak ikut menyertai. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.


"Jibril, jelaskan apa hakku nanti dihadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua surga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata jibril. Tapi itu ternyata tak membuat Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan. "Engkau tidak senang mendengar kabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Kabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan surga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.


Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik tampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini." Lirih Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril membuang muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. "Siapakah yang tega, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, karena sakit yang tak tertahankan lagi. "Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku." Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku, peliharalah shalat dan santuni orang-orang lemah di antaramu." Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telingan ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii..." Dan, pupuslah kembang hidup manusia mulia itu.


Contributed by: anonym

77 comments:

  1. 7G1hsG The best blog you have!

    ReplyDelete
  2. SMEm8Q Thanks to author.

    ReplyDelete
  3. Please write anything else!

    ReplyDelete
  4. Please write anything else!

    ReplyDelete
  5. Thanks to author.

    ReplyDelete
  6. Thanks to author.

    ReplyDelete
  7. Thanks to author.

    ReplyDelete
  8. MOaTRB write more, thanks.

    ReplyDelete
  9. Thanks to author.

    ReplyDelete
  10. Thanks to author.

    ReplyDelete
  11. Thanks to author.

    ReplyDelete
  12. Thanks to author.

    ReplyDelete
  13. Please write anything else!

    ReplyDelete
  14. Wonderful blog.

    ReplyDelete
  15. Please write anything else!

    ReplyDelete
  16. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  17. All generalizations are false, including this one.

    ReplyDelete
  18. Beam me aboard, Scotty..... Sure. Will a 2x10 do?

    ReplyDelete
  19. Oops. My brain just hit a bad sector.

    ReplyDelete
  20. Build a watch in 179 easy steps - by C. Forsberg.

    ReplyDelete
  21. Suicidal twin kills sister by mistake!

    ReplyDelete
  22. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  23. Friends help you move. Real friends help you move bodies.

    ReplyDelete
  24. C++ should have been called B

    ReplyDelete
  25. Suicidal twin kills sister by mistake!

    ReplyDelete
  26. When there's a will, I want to be in it.

    ReplyDelete
  27. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  28. Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.

    ReplyDelete
  29. Calvin, we will not have an anatomically correct snowman!

    ReplyDelete
  30. Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.

    ReplyDelete
  31. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  32. The gene pool could use a little chlorine.

    ReplyDelete
  33. If ignorance is bliss, you must be orgasmic.

    ReplyDelete
  34. 640K ought to be enough for anybody. - Bill Gates 81

    ReplyDelete
  35. Oops. My brain just hit a bad sector.

    ReplyDelete
  36. I'm not a complete idiot, some parts are missing!

    ReplyDelete
  37. Give me ambiguity or give me something else.

    ReplyDelete
  38. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  39. Give me ambiguity or give me something else.

    ReplyDelete
  40. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  41. When there's a will, I want to be in it.

    ReplyDelete
  42. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  43. Beam me aboard, Scotty..... Sure. Will a 2x10 do?

    ReplyDelete
  44. Oops. My brain just hit a bad sector.

    ReplyDelete
  45. Save the whales, collect the whole set

    ReplyDelete
  46. A lot of people mistake a short memory for a clear conscience.

    ReplyDelete
  47. actually, that's brilliant. Thank you. I'm going to pass that on to a couple of people.

    ReplyDelete
  48. Suicidal twin kills sister by mistake!

    ReplyDelete
  49. Energizer Bunny Arrested! Charged with battery.

    ReplyDelete
  50. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  51. Oops. My brain just hit a bad sector.

    ReplyDelete
  52. Ever notice how fast Windows runs? Neither did I.

    ReplyDelete
  53. What is a free gift ? Aren't all gifts free?

    ReplyDelete
  54. Clap on! , Clap off! clap@#&$NO CARRIER

    ReplyDelete
  55. Thanks to author.

    ReplyDelete
  56. Oops. My brain just hit a bad sector.

    ReplyDelete
  57. The gene pool could use a little chlorine.

    ReplyDelete

Pages